Minggu, 15 Juli 2012

PERKEMBANGAN E-COMMERCE DALAM DUNIA BISNIS

Perkembangan teknologi komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut “information age” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis.         Pendapat yang sangat berlebihan tentang bisnis ‘dotcom’ atau bisnis on-line seolah-olah mampu menggantikan bisnis tradisionalnya (off-line). Kita dapat melakukan order dengan cepat diinternet dalam order menit, tetapi proses pengiriman barang justru memakan waktu dan koordinasi yang lebih rumit, bisa memakan waktu mingguan.           
            Menurut Softbank;s Rieschel, Internet hanya menyelesaikan 10% dari proses transaksi, sementara 90 % lainnya adalah biaya untuk persiapan infrastruktur back-end, termasuk logistic. Dalam meng_implementasikan e-commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai dari infrastrukturnya, yang terdiri dari tiga lapis. Pertama, Insfrastruktur system distribusi (flow of good) kedua, Insfrastruktur pembayaran (flow of money) Dan Ketiga, Infrastruktur system informasi (flow of information).   Agar dapat terintegrasinya system rantai suplai dari supplier, ke pabrik, ke gudang, distribusi, jasa transportasi, hingga ke customer maka diperlukan integrasi enterprise system untuk menciptakan supply chain visibility. 

Ada tiga factor yang patut dicermati oleh kita jika  ingin membangun toko e-commerce yaitu
  1. Variability
  2. Visibility
  3. dan Velocity
           
 Yang menjadi pertayaan bahwa bagaimana kita melakukan penyelidikan sebelum memutuskan untuk terjun ke market on-line ini, ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan diantaranya ;
            1) mendefinisikan targer pasar,
            2) menidentifikasikan kelompok untuk dijadikan pembelajaran.
            3) indentity topik untuk discusi.
Dalam Tahap Penunjang maka dapat diselidiki :
            1)         identity letak demografi website di tempat tertentu,
            2)         memutuskan focus editorialnya,
            3)         memutuskan isi dari contentnya,
            4)         memutuskan pelayanan yang dibuat untuk berbagai type pengunjung 
            
Ternyata tidak mudah mengimplementasikan e_Commerce dikarenakan banyaknya faktor yang terkait   dan teknologi yang harus dikuasai. 
Peluang dan Tantangan E-Commerce
            Perkembangan internet berdampak pada perubahan cara organisasi merancang, memproses, memproduksi, memasarkan, dan menyampaikan produk. Lingkup persaingan yang semakin luas juga menuntut integrasi dan koordinasi antara departemen sistem informasi, pemasaran, layanan pelanggan, dan departemen-departemen lainnya dalam organisasi.  Beraneka ragam peluang pemanfaatan internet yang bisa diekploitasi meliputi:
       Sumber baru untuk informasi pasar
       Individualized marketing
       Cara baru menjalin relasi online dengan pelanggan dan membangun citra merk;
       Peluang baru bagi distribusi produk dan komunikasi pemasaran;

E-Business & E-Commerce


E-Business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
 
E-Business tidak hanya menyangkut perdagangan elektronik atau e-commerce saja. Dalam hal ini, e-commerce lebih merupakan sub bagian dari e-business, sementara e-business meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet. Sebagai bagian dari e-business, e-commerce lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet.

Electronic commerce (e-commerce) atau perdagangan secara elektronik adalah perdagangan yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi terutama internet. Internet memungkinkan orang atau organisasi yang berda pada jarak yang jauh dapat saling berkomunikasi dengan biaya yang murah. Hal ini kemudian dimanfaatkan untuk melakukan transaksi perdagangan.

Ada banyak bentuk perdagangan secara elektronik yang dilakukan saat ini, antara lain internet banking, pembelian dan penyediaan barang, took online, dsb. Perdagangan secara elektronik memberikan keuntungan baik kepada perusahaan mauapun kepada pelanggan (customer).

Keuntungan yang diperoleh perusahaan adalah sebagai berikut
Perbandingan Faktor Biaya Penjual
  • Perdagangan secara elektronik memungkinkan perusahaan untuk menjual produknya kepada lebih banyak orang. Dengan kata lain, perusahaan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Misalnya, perusahaan atau toko di Amerika dapat menjual produknya kepada orang di Jepang.
  • Perusahaan tidak perlu membuka banyak cabang distribusi.
  • Mengurangi biaya yang dikeluarkan perusahaan, karena perusahaan tidak perlu menyediakan toko yang besar dan pegawai yang banyak.
  • Harga barang dapat dijual dengan lebih rendah. Karenanya, lebih banyak konsumen yang dapat menjangkau harga barang tersebut. barang menjadi lebih banyak laku.
  •  Barang yang dijual murah dapat meningkatkan daya saing perusahaan.
 

Keuntungan yang diperoleh konsumen sebagai berikut :
Perbandingan Faktor Biaya Pembeli
  • Konsumen tidak perlu mendatangi toko untuk mendapatkan barang, cukup ke internet dan memesan barang, barang akan diantar ke rumah.
  • Pembeli dapat menghemat waktu dan biaya transportasi berbelanja.
  •   Mempunyai lebih banyak pilihan, karena dapat membandingkan semua produk yang ada di internet.
  • Dapat membeli barang yang terdapat di negara lain, yang mana di dalam negeri mungkin saja belum tersedia.
·
Keterbatasan e_Commerce Secara Teknis
  • Belum adanya standard kualitas, keamanan dan kehandalan yang diterima secara global.
  • Keterbatasan bandwith telekomunikasi
  • Kesulitan integrasi aplikasi eCommerce dengan legacy systems.
  • Biaya akses (internet) yang masih relatif mahal 
  • Kebutuhan Web server atau infrastruktur lain yang bersifat khusus / istimewa
Keterbatasan e_Commerce Secara Non Teknis :
  • Biaya dan justifikasi
  • Keamanan dan privasi (kebebasan pribadi / privacy
  • Penolakan dan ketidak–percayaan pengguna 
  • Keterbatasan “touch and feel” secara online

Sumber : Rahmat HM (2010:14-16)
Rahmat, HM. 2010. Tuntunan Promosi Gratis di Internet. Yogyakarta: Garai Ilmu